Arsip

Posts Tagged ‘batik couple’

Batik sidomukti solo dan jogja

Desember 24, 2012 Komentar dimatikan

Setiap motif pada batik solo maupun jogja, tradisional klasik selalu memiliki filosofi tersendiri. Pada motif Batik, Khususnya dari daerah jawa tengah, terutama Solo dan Yogya, setiap gambar memiliki makna. Hal ini ada hubungannya dengan arti atau makna filosofis dalam kebudayaan Hindu-Jawa. Pada motif tertentu ada yang dianggap sakral dan hanya dapat dipakai pada kesempatan atau peristiwa tertentu, diantaranya pada upacara perkawinan.

batik solo

Motif Sido-Mukti biasanya dipakai oleh pengantin pria dan wanita pada acara perkawinan, dinamakan juga sebagai Sawitan (sepasang). Sido berarti terus menerus atau menjadi dan mukti berarti hidup dalam berkecukupan dan kebahagiaan. jadi dapat disimpulkan motif ini melambangka harapan akan masa depan yang baik, penuh kebahagiaan unuk kedua mempelai.

Selain SidoMukti terdapat pula motif Sido Asih yang maknanya hidup dalam kasih sayang.Masih ada lagi motif Sido Mulyo yang berarti hidup dalam kemuliana dan Sido Luhur yang berarti dalam hidup selalu berbudi luhur. Ada pula motif yang bukan sawitan kembar, tetapi biasanya dipakai pasangan pengantin yaiu motif Ratu Ratih berpasangan dengan Semen Rama, yang melambangkan kesetiaan seorang istri kepada suaminya. Sebenarnya masih banyak lagi motif yang biasa dipakai pasangan pengantin, semuanya diciptakan

dengan melambangkan harapan, pesan, niat dan itikad baik kepada pasangan pengantin. Pada Upacara Perkawinan Orang tua pengantin biasanya memakai motif Truntum yang dapat pula berarti menuntun, yang maknanya menuntun kedua mempelai dalam memasuki liku-liku kehidupan baru yaitu berumah tangga.

Dikenal juga motif Sido Wirasat, wirasat berarti nasehat, dan pada motif ini selalu terdapat kombinasi motif truntum di dalamnya, yang melambangkan orangtua akan selalu memberi nasehat dan menuntun kedua mempelai dalam memasuki kehidupan berumahtangga.

Batik Tradisional Sebagai Warisan Budaya Bangsa

Desember 23, 2012 Komentar dimatikan

batik merupakan Warisan budaya khususnya yang berkenaan dengan kerajinan, apa yang diperoleh dari generasi terdahulu akan senantiasa mendapatkan sentuhan-sentuhan baru, dari manapun asal gagasannya. Ide dari luar komunitas (masyarakat) dapat berkenaan dengan desain, bahan maupun teknik, dan terhadap berbagai bentuk masukan dari luar itu dapat dilakukan adopsi sepenuhnya atau dengan adaptasi dan modifikasi yang disesuaikan dengan kebutuhan setempat. Ide dari dalam komunitas dapat muncul karena seniman pengrajin yang kaya akan imajinasi dan bersifat eksploratif.

Dalam tardisi seni khususnya, akan selalu ditemui pengulangan-pengulangan sebagai fungsi dari penerusan perbendaharaan budaya yang telah terbentuk sebelumnya danmembuat tradisi tersebut memiliki ciri pengenal, meskipun dari waktu ke waktu akan tersaji hal-hal yang baru baik dalam kompisisi maupun teknik dan bahan. Demikian pula halnya dengan seni batik. Dalam kebudayaan Jawa telah diterima suatu temuan masa lalu yang telah menjadi tradisi yaitu berupa motif dasar dari batik seperti Truntum, Semen, Kawung dan lain-lain.

baju batik pekalongan

Motif batik Truntum misalnya, selalu terdiri bunga-bunga kecil diseluruh permukaan kain, namun demikian garapan (buatan) dari masing-masing pembatik bisa berbeda baik dalam ukuran bunganya, jaraknya maupun arah sebarannya sertahiasan-hiasan sela yang melintasinya. Sikap hidup bermasyarakat yang sangat diwarnai oleh kebersamaan dalam masyarakat tradisional membuat hasil karya suatu penciptaan dapat dinikmati secara turun-temurun seperti halnya kain batik. Dengan demikian batik adalah satu bagian dari warisan budaya.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.