Beranda > batik modern, Uncategorized > motif batik sidoderajat

motif batik sidoderajat

Agustus 8, 2012

Lukis Motif batik Sidodrajat di Payung Kertas

SEMARANG – Sebanyak 20 seniman yang tergabung dalam Pelukis Raden Saleh Semarang menunjukkan kepiawaian mereka dalam melukis payung kertas dengan berbagai motif batik di Pasaraya Sri Ratu, Jalan Pemuda, Minggu (29/7).

Kegiatan melukis payung yang digelar di pintu masuk pasaraya itu menarik perhatian para pengunjung. Para seniman yang mengenakan berbagai atribut terlihat lesehan sambil memainkan kuasnya di atas media payung kertas.

Beragam motif ditorehkan antara lain motif batik sidodrajat, sidomukti, atau bahkan motif-motif yang dipadupadankan dengan improvisasi seniman itu sendiri. Basori (46), salah satu seniman yang terlibat dalam kegiatan tersebut mengaku sangat bangga dengan semangat para seniman untuk memajukan dan menyosialisasikan batik lewat seni lukis payung.

’’Awalnya kami merencanakan 15 seniman untuk melukis 15 payung, namun kenyataannya banyak seniman yang ingin ikut serta hingga jumlahnya menjadi 20 atau bahkan lebih,’’ kata dia seraya menjelaskan, agar para pelukis tidak terkesan menumpuk, lokasinya dibagi dua, yakni di lantai 1 dan 2.

Kampung Batik

Branch Manager Sri Ratu Jalan Pemuda, Libertus mengatakan, melukis batik pada payung tersebut merupakan salah satu event untuk meramaikan Festival Kampung Batik yang digelar hingga 9 Agustus mendatang di Sri Ratu Jalan Pemuda.

Pihaknya sengaja menggandeng para seniman untuk mendemokan melukis batik kepada pengunjung pasaraya sehingga masyarakat paham bahwa warisan budaya batik cukup luas untuk dikembangkan. Tak hanya sebatas pada kain untuk kebutuhan sandang, melainkan juga akan mempunyai nilai seni tinggi jika motif batik ditorehkan ke sejumlah perabotan atau kerajinan lainnya.

’’Lukis batik pada payung ini salah satu contoh bahwa batik bisa juga dikembangkan tak hanya sebagai motif kain untuk pakaian, melainkan dengan lukisan motif batik dapat dikembangkan pada payung atau bahkan becak seperti yang kita lakukan sebelumnya. Ini cukup menarik, dan tentunya mempunyai nilai seni dan harga jual,’’ jelas dia. ’’Sri Ratu sebagai pasar modern selalu men-support dengan memberi ruang kepada produk-produk perajin batik,’’ katanya.

%d blogger menyukai ini: